Selasa, 27 Desember 2011

kasus askebku 'ROBEKAN PADA PORTIO'


Ny. A (25 th), suku bangsa Indonesia, agama Kristen, pendidikan SMA, pekerjaan ibu rumah tangga bersuamikan Tn.B (27 th), suku bangsa Indonesia, pendidikan D-3, pekerjaan wiraswasta. Alamat Kampung Kopo-Sby. Telp.(031)7509661. Ny. A melahirkan seorang anak perempuan spontan pada 13 Desember 2011, pukul 06.05 di RS William Booth Surabaya. BB: 3200gr, PB: 52cm, AS: 7-8, bayi menangis kuat, tidak ada kelainan. Ny.A mengatakan ini adalah anak keduanya.anak pertama lahir aterm. 1jam setelah persalinan, px mengeluh nyeri yang sangat hebat pada dalam vaginanya. Ibu merasa lemas dan badannya pucat. Timbul perdarahan yang banyak dari mulut rahim. Menurut hasil pemeriksaan ibu mengalami perdarahan karena robekan pada portio. Perdarahan dari kala I-IV sebanyak 600 cc.TD: 90/60 mmHg, N: 60x/mnt, RR: 18x/mnt. Riwayat kontrasepsi yang lalu ibu menggunakan IUD. Pada status obstetrik, mata anemis. Pemeriksaan lab, hb : 8 mmHg. Pengeluaran pervaginam terdapat lochea rubra, banyaknya 150 cc, warna merah campur lendir, tidak berbau. TFU I jari bawah pusat,kontraksi baik.
Untuk kasus diatas, diagnosanya adalah Ny.A P10001 1jam Post Partum dengan robekan pada portio dan anemia ringan. Dengan masalah badan lemas dan pucat. Kebutuhan, anjurkan ibu untuk istirahat cukup.
Dari kasus diatas masalah potensial yang akan terjadi adalah syok dan anemia sedang. Dan tindakan segeranya adalah kolaborasi dengan dokter untuk penanganan tindakan.
Intervensi yang dilakukan adalah kolaborasi dengan dokter untuk pemasanan infus, perbaikan robekan portio,dan pemberian terapi. Serta ajarkan pada ibu teknik relaksasi dan mobilisasi.
Pada implementasi :
-sesuai dengan kolaborasi dokter dilakukan pemasangan infuse RL
-prebaikan robekan porsio, dengan prosedur tindakan :
o   jelaskan prosedur tindakan pada ibu
o   Bantu ibu berbaring dengan litotomi
o   Bersihkan perineum, vulva dan vagina (vulva hygiene)
o   Cuci tangan lalu gunakan sarung tangan steril
o   Bantu ibu berkemih, jika ibu tidak mampu lakukan kateterisasi
o   Tempatkan forsep sponge pertama pada salah satu sisi laserasi, dan forsep kedua pada sisi lain laserasi
o   Mulailah menjahit bagian apeks (atas) robekan
o   Lakukan penjahitan terputus di sepanjang luka berjarak 1cm, dengan mengambil seluruh ketebalan pada portio
o   Setelah itu gunakan pembalut steril pada perineum
-memberi terapi antibiotic profilaktik,yaitu amoxsilin 500gr oral tiap 8jam selama 5 hari
-mengajarkan ibu teknik relaksasi, dengan cara menyuruh ibu untuk mearik nafas dan kemudian keluarkan perlahan-lahan dari mulut. Ibu dapat melakukan hal ini ketika ibu merasa nyeri, sehinnga dapat mengurangi rasa nyeri dan mengajarkan ibu untuk miring kiri kanan secara bergantian untuk mengurangi rasa nyeri pada vulva.
            Pada evaluasi, ibu sudah di pasang infus, sudah dilakukan perbaikan porsio serta sudah di berikan amoxsilin 500mg,ibu sudah melakukan teknik relaksasi dan mobilisasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar